
D
I
S
U
S
U
N
OLEH KELOMPOK 3:
1.
INTAN
PERMATA SARI (112045)
2.
M.ARAS
(112046)
3.
MASYITA
ATIKA PUTRI (112047)
4.
MUH.AMIEN
RAIS (112048)
5.
MUH.AMRAN
(112049)
Pada mulanya orang berfikir bahwa
dengan melihat luasnya lautan, maka semua hasil buangan sampah dan sisa-sisa
industri yang berasal dari aktifitas manusia di daratan seluruhnya dapat di
tampung oleh lautan tanpa menimbulkan suatu akibat yang membahayakan. Bahan
pencemar yang masuk ke dalam lautan akan diencerkan dan kekuatan mencemarnya
secara perlahan-lahan akan diperlemah sehingga membuat mereka menjadi tidak
berbahaya. Dengan makin cepatnya pertumbuhan penduduk dunia dan makin
meningkatnya lingkungan industri mengakibatkan makin banyak bahan-bahan yang
bersifat racun yang dibuang ke laut dalam jumlah yang sulit untuk dapat
dikontrol secara tepat.
Air laut adalah suatu komponen yang
berinteraksi dengan lingkungan daratan, di mana buangan limbah dari daratan
akan bermuara ke laut. Selain itu air laut juga sebagai tempat penerimaan
polutan (bahan cemar) yang jatuh dari atmosfir. Limbah tersebut yang mengandung
polutan kemudian masuk ke dalam ekosistem perairan pantai dan laut. Sebagian
larut dalam air, sebagian tenggelam ke dasar dan terkonsentrasi ke sedimen, dan
sebagian masuk ke dalam jaringan tubuh organisme laut (termasuk fitoplankton,
ikan, udang, cumi-cumi, kerang, rumput laut dan lain-lain).
|
Kemudian, polutan tersebut yang masuk ke air diserap
langsung oleh fitoplankton. Fitoplankton adalah produsen dan sebagai tropik
level pertama dalam rantai makanan. Kemudian fitoplankton dimakan zooplankton.
Konsentrasi polutan dalam tubuh zooplankton lebih tinggi dibanding dalam tubuh
fitoplankton karena zooplankton memangsa fitoplankton sebanyak-banyaknya.
Fitoplankton dan zooplankton dimakan oleh ikan-ikan planktivores (pemakan
plankton) sebagai tropik level kedua. Ikan planktivores dimangsa oleh ikan
karnivores (pemakan ikan atau hewan) sebagai tropik level ketiga, selanjutnya
dimangsa oleh ikan predator sebagai tropik level tertinggi.
Polutan tersebut mengikuti rantai
makanan mulai dari fitoplankton sampai ikan predator dan pada akhirnya sampai
ke manusia. Bila polutan ini berada dalam jaringan tubuh organisme laut
tersebut dalam konsentrasi yang tinggi, kemudian dijadikan sebagai bahan
makanan maka akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena kesehatan manusia
sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan. Makanan yang berasal dari daerah
tercemar kemungkinan besar juga tercemar. Demikian juga makanan laut (seafood)
yang berasal dari pantai dan laut yang tercemar juga mengandung bahan polutan
yang tinggi.
Salah satu polutan yang paling
berbahaya bagi kesehatan manusia adalah logam berat. WHO (World Health
Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia dan FAO (Food Agriculture
Organization) atau Organisasi Pangan Dunia merekomendasikan untuk tidak
mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Logam berat telah
lama dikenal sebagai suatu elemen yang mempunyai daya racun yang sangat
potensil dan memiliki kemampuan terakumulasi dalam organ tubuh manusia. Bahkan
tidak sedikit yang menyebabkan kematian.
Pencemaran laut merupakan suatu
ancaman yang benar-benar harus ditangani secara sungguh-sungguh. Untuk itu,
kita perlu mengetahui apa itu pencemaran laut, bagaimana terjadinya pencemaran
laut, serta apa yang solusi yang tepat untuk menangani pencemaran laut
tersebut.
|
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu, untuk mengetahui semua informasi
tentang pencemaran laut mulai dari definisinya, sumber, serta bahan-bahan yang
mencemari laut, dampak pencemaran laut , cara penanggulangan dan kebijakan yang
diterapkan untuk mengatasi perihal pencemaran laut dan kasus-kasus pencemaran
laut yang pernah terjadi di
Indonesia dan di dunia
a) Apa yang dimaksud dengan pencemaran laut?
b) Apa yang menjadi sumber dan bahan pencemaran laut?
c) Apa saja dampak dari pencemaran laut?
d) Apa saja kasus Pencemaran Laut yang pernah terjadi di
Indonesia dan di dunia?
e) Bagaimana cara mencegah dan
menanggulangi terjadinya pencemaran laut dan kebijakan untuk menangani perihal
tersebut?
|
|
DAFTAR ISI
Bab
I Pendahuluan
A.LatarBelakang................................................................................
i
B.Tujuan
...........................................................................................
ii
C.Rumusan
Masalah..........................................................................
iii
DATAR
ISI........................................................................................
iv
Bab
II Pembahasan
A.Pengertian
Pencemaran Laut........................................................... 1
B.Penyebab
Pencemaran Laut............................................................. 1
a.Pencemaran
Oleh Minyak......................................................... 1
b.Pencemaran
Oleh Logam Berat................................................ 2
c.Pencemaran
Oleh Sampah......................................................... 3
d.Pencemaran
Oleh Peptisida....................................................... 4
e.Pencemaran
Akibat Peningkatan Keasaman............................. 5
C.Dampak
Pencemaran Laut.............................................................. 5
a.
Logam Berat.............................................................................
5
b.Tumpahan
Minyak.................................................................... 6
c.
Sampah.....................................................................................
6
d.
Peptisida...................................................................................
6
e.
Peningkatan Keasaman............................................................
7
D.Pencegahan
dan Penanggulangan Pencemaran laut........................ 7
a.Pencegahan
Terjadinya Pencemar............................................. 7
b.Penanggulangan
Pencemaran Laut............................................ 8
Bab
III Penutup ............................................................................................
10
A.Kesimpulan......................................................................................
10
B.Saran................................................................................................
10
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................
11
BAB II
Pencemaran laut
didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri,
pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing)
ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.
Dalam sebuah kasus pencemaran,
banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian
diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai
ataupun filter feeder (menyaring air). Dengan cara ini, racun yang
terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai
yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan.
Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan
oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic. Sebagian besar sumber pencemaran
laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut maupun melalui
tumpahan.
Saat ini industri minyak
dunia telah berkembang pesat, sehingga kecelakaan kecelakaan yang mengakibatkan
tercecernya minyak dilautan hampirtidak bias dielakkan.Kapal tanker mengangkut
minyak mentah dalam jumlah besar tiap tahun. Apabila terjadi pencemaran
miyak dilautan, ini akan mengakibatkan minyak mengapung diatas permukaan laut
yang akhirnya terbawa arus dan terbawa ke pantai.
Contoh kecelakaan kapal yang pernah terjadi :
a) Torrey canyon dilepas
pantai Inggris 1967mengakibatkan 100.000 burung mati
b) Showa maru di selat Malaka
pada tahun 1975
c) Amoco Cadiz di lepas
pantai Perancis 1978
Pencemaran minyak
mempunyai pengaruh luas terhadap hewan dan tumbuh tumbuhan yang hidup disuatu
daerah. Minyak yang mengapung berbahaya bagi kehidupan burung laut yang suka
berenang diatas permukaan air. Tubuh burung akan tertutup minyak. Untuk
membersihkannya, mereka menjilatinya. Akibatnya mereka banyak minum minyak dan
mencemari diri sendiri. Selain itu, mangrove dan daerah air payau juga rusak.
Mikroorganisme yang terkena pencemaran akan segera menghancurkan ikatan organik
minyak, sehingga banyak daerah pantai yang terkena ceceran minyak secara berat
telah bersih kembali hanya dalam waktu 1 atau 2 tahun.
Logam berat ialah
benda padat atau cair yang mempunyai berat 5 gram atau lebih untuk setiap cm3,
sedangkan logam yang beratnya kurang dari 5 gram adalah logam ringan.
Logam berat, seperti merkuri (Hg), timbal
(Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), kromium (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni),
merupakan salah satu bentuk materi anorganik yang sering menimbulkan berbagai
permasalahan yang cukup serius pada perairan. Penyebab terjadinya pencemaran
logam berat pada perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi
oleh limbah buangan industri dan pertambangan.
Jenis-Jenis Industri
Pembuang Limbah yang Mengandung Logam Berat :
Kertas
: Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Zn
Petro-chemical
: Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn
Pengelantang
: Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn
Pupuk
: Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni,
Zn
Kilang minyak
: Cd, Cr, Cu, Pb, Ni, Zn
Baja
: Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni,
Sn, Zn
Logam bukan besi : Cr, Cu, Hg, Pb, Zn
Kendaraan bermotor : Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Sn,
Zn
Semen, keramik : Cr
Tekstil
: Cr
Industri kulit
: Cr
Pembangkit listrik tenaga uap : Cr, Zn
Logam berat memiliki
densitas yang lebih dari 5 gram/cm3 dan logam berat bersifat tahan urai. Sifat tahan urai inilah yang menyebabkan
logam berat semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat yang berada di
dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung ke dalam tubuh
manusia apabila air yang mengandung logam berat diminum, sedangkan secara tidak
langsung apabila memakan bahan makanan yang berasal dari air tersebut. Di dalam
tubuh manusia, logam berat juga dapat terakumulasi dan menimbulkan berbagai
bahaya terhadap kesehatan.
Contoh kasus pencemaran
akibat logam berat di Indonesia
Teluk Buyat, terletak di
Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, adalah lokasi pembuangan limbah tailing
(lumpur sisa penghancuran batu tambang) milik PT. Newmont Minahasa Raya (NMR).
Sejak tahun 1996, perusahaan asal Denver, AS, tersebut membuang sebanyak 2.000
ton limbah tailing ke dasar perairan Teluk Buyat setiap harinya. Sejumlah ikan
ditemui memiliki benjolan semacam tumor dan mengandung cairan kental berwarna
hitam dan lendir berwarna kuning keemasan. Fenomena serupa ditemukan pula pada
sejumlah penduduk Buyat, dimana mereka memiliki benjol-benjol di leher,
payudara, betis, pergelangan, pantat dan kepala.
Plastik telah menjadi
masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan.
80% (delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik, sebuah
komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia
II. Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus
juta metrik ton.
Plastik dan turunan lain
dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan
perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas,
maupun termakan.
Jaring ikan yang terbuat
dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal
sebagai hantu jala sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong,
burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan,
menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke
permukaan untuk bernapas.
Sampah yang mengandung
kotoran minyak juga dibuang kelaut melalui sistem daerah aliran sungai (DAS).
Sampah-sampah ini kemungkinan mengandung logam berat dengan konsentrasi yang
tinggi. Tetapi umumnya mereka kaya akan bahan-bahan organik, sehingga akan
memperkaya kandungan zat-zat makanan pada suatu daerah yang tercemar yang
membuat kondisi lingkungan menjadi lebih baik bagi pertumbuhan mikroorganisme.
Aktifitas
pernafasan dari organisme ini membuat makin menipisnya kandungan oksigen
khususnya pada daerah estuarin. Hal tersebut akan berpengaruh besar pada
kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tersebut. Pada keadaan
yang paling ekstrim, jumlah spesies yang ada didaerah itu akan berkurang secara
drastis dan dapat mengakibatkan bagian dasar dari estuarin kehabisan oksigen.
Sehingga mikrofauna yang dapat hidup disitu hanya dari golongan cacing saja.
Jenis-jenis sampah kebanyakan termasuk golongan yang mudah hancur dengan cepat,
sehingga pencemaran yang disebabkannya tidak merupakan suatu masalah besar
diperairan terbuka.
d.Pencemaran oleh pestisida
Kerusakan yang disebabkan
oleh pestisida adalah bersifat akumulatif. Mereka sengaja ditebarkan ke dalam
suatu lingkungan dengan tujuan untuk mengontrol hama tanaman atau
organism-organisme lain yang tidak diinginkan. Idealnya pestisida ini harus
mempunyai spesifikasi yang tinggi yaitu dapat membunuh organisme-organisme yang
tidak dikehendaki tanpa merusak hewan lainnya, tetapi pada kenyataannya
pestisida bisa membunuh biota air yang ada di laut.
Beberapa
pestisida yang dipakai kebanyakan berasal dari suatu grup bahan kimia yang
disebut Organochloride. DDT termasuk dalam grup ini. Pestisida jenis ini
termasuk golongan yang mempunyai ikatan molekul yang sangat kuat dimana
molekul-molekul ini kemungkinan dapat bertahan di alam sampai beberapa tahun
sejak mereka mulai dipergunakan. Hal itu sangat berbahaya karena dengan
digunakannya golongan ini secara terus menerus akan membuat mereka menumpuk di
lingkungan dan akhirnya mencapai suatu tingkatan yang tidak dapat ditolerir
lagi dan berbahaya bagi organisme yang hidup didaerah tersebut.
Hewan
biasanya menyimpan organochloride di dalam tubuh mereka. Beberapa organisme air
termasuk ikan dan udang ternyata menumpuk bahan kimia didalam jaringan
tubuhnya.
Ketika pestisida masuk ke
dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan di laut.
Dalam jarring makanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit,
yang dapat berbahaya bagi hewan laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk
manusia.
Dewasa ini sangat banyak
kegiatan manusia yang menyebabkan polusi udara, tanah dan air, yang disebabkan
oleh limbah pabrik, industri, asap kendaraan, dan banyak lagi. Salah satu
contoh adalah semakin banyak karbon dioksida memasuki atmosfer bumi, maka
karbondioksida yang kita hasilkan sehari-hari dapat menyebabkan hujan asam dan
juga meningkatkan kadar keasaman laut menjadi lebih asam. Potensi peningkatan
keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya
untuk membentuk cangkang atau rangka. Perubahan iklim juga akan berdampak buruk
pada ekosistem di lautan . Jika air laut semakin memanas, maka akan terjadi
peningkatan keasaman laut, dan terumbu karang adalah yang paling rentan
menghadapi peningkatan keasaman ini .
Menurut Dr. Nerilie
Abrahams dari Universitas Nasional Australia, terumbu karang seperti sedang
mencatat kematiannya sendiri. Jumlah Karbon Dioksida yang dipompakan ke
atmosfer sebetulnya mengubah keasaman laut, dan membuat lebih asam lagi.
Bahayanya adalah tentu saja seluruh terumbu karang akan hancur dan larut karena
asam tadi. Persoalan perubahan suhu maupun berbagai perubahan lain yang dialami
lautan sebetulnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Di masa lalu hal ini sudah
barangkali terjadi, nemun perbedaannya adalah saat ini perubahan suhu tersebut
dipicu oleh campur tangan manusia, jadi bukan karena sebab alami
C.Dampak pencemaran laut
WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia dan FAO
(Food Agriculture Organization) atau Organisasi Pangan Dunia merekomendasikan
untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Logam
berat telah lama dikenal sebagai suatu elemen yang mempunyai daya racun yang
sangat potensil dan memiliki kemampuan terakumulasi dalam organ tubuh manusia.
Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.
Bahaya yang Dapat
Ditimbulkan oleh Logam Berat di dalam Tubuh Manusia : Barium (Ba): Dalam bentuk
serbuk, mudah terbakar pada temperatur ruang. Jangka panjang, menyebabkan
naiknya tekanan darah dan terganggunya sistem syaraf.
Cadmium (Cd): Dalam
bentuk serbuk mudah terbakar. Beracun jika terhirup dari udara atau uap. Dapat
menyebabkan kanker. Larutan dari kadmium sangat beracun. Jangka panjang, terakumulasi
di hati, pankreas, ginjal dan tiroid, dicurigai dapat menyebabkan hipertensi
· Kromium (Cr): Kromium hexavalen bersifat karsinogenik dan
korosif pada jaringan tubuh. Jangka panjang, peningkatan sensitivitas kulit dan
kerusakan pada ginjal
· Timbal (Pb): Beracun jika termakan atau terhirup dari udara atau
uap. Jangka panjang, menyebabkan kerusakan otak dan ginjal; kelainan pada
kelahiran
· Raksa (Hg): Sangat beracun jika terserap oleh kulit atau terhirup
dari uap. Jangka panjang, beracun pada sistem syaraf pusat, dapat menyebabkan
kelainan pada kelahiran.
· Perak (Ag): Beracun. Jangka panjang, pelunturan abu-abu permanen
pada kulit, mata dan membran mukosa (mucus)
b.Tumpahan minyak
Minyak yang
mengapung berbahaya bagi kehidupan burung laut yang suka berenang diatas
permukaan air. Tubuh burung akan tertutup minyak. Untuk membersihkannya, mereka
menjilatinya. Akibatnya mereka banyak minum minyak dan mencemari diri sendiri
serta dapat menyebabkan keracunan pada burung tersebut.
Banyak hewan
yang hidup pada atau di laut mengonsumsi plastik karena tak jarang plastik yang
terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi hewan laut. Plastik tidak
dapat dicerna dan akan terus berada pada organ pencernaan hewan ini,
sehingga menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan kematian melalui
kelaparan atau infeksi. Selain berpengaruh terhadap kesehatan biota laut,
adanya sampah dilaut juga nerpengaruh terhadap kesehatan manusia. Penyakit yang
paling sederhana seperti gatal-gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan air
laut, dll.
d.Pestisida
Pengaruh pestisida
terhadap kehidupan organisme air
:
1.
Penumpukan pestisida dalam jaringan tubuh, bersifat racun
dan dapat mempengaruhi system syaraf pusat.
2.
Bahan aktifnya selain bisa
membunuh organism perairan (ikan) juga dapat merubah tingkah laku ikan dan
menghambat perkembangan telur moluska dan juga ikan.
3.
Daya racun berkisar dari
rendah-tinggi. Moluska cenderung lebih toleran terhadap racun pestisida
dibandingkan dengan Crustacea dan teleostei (ikan bertulang sejati)
e.Peningkatan keasaman
Selain
menyebabkan kerusakan pada terumbu karang, kehidupan laut terpengaruh karena
perubahan itu, khususnya hewan dan tumbuhan yang memiliki tulang karbonat
kalsium dan yang menjadi sumber makanan bagi penghuni laut lainnya. Satu miliar
orang yang bergantung pada ikan sebagai sumber utama penghasil protein akan
terkena dampak dari peningkatan keasama laut tersebut.
D.Pencegahan dan
penanggulangan terjadinya pencemaran laut
Upaya pencegahan maupun
penanggulangan pemcemaran laut telah diatur oleh pemerintah dalam PERATURAN
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1999 TENTANG PENGENDALIAN
PENCEMARAN DAN/ATAU PERUSAKAN LAUT
:
a. Pencegahan terjadinya
pencemaran laut
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah
pencemaran laut :
Ø Tidak membuang sampah ke laut
Ø Penggunaan pestisida secukupnya
Ø Yang paling sering di temukan pada saat pembersihan pantai dan laut adalah
puntung rokok. Selalu biasakan untuk tidak membuang puntung rokok di sekitar
laut.
Ø Kurangi penggunaan plastik
Ø Jangan tinggalkan tali pancing, jala atau sisa sampah dari kegiatan
memancing di laut.
Ø Setiap industri atau pabrik menyediakan Instalasi Pengelolaan Air Limbah
(IPAL)
Ø Menggunakan pertambangan ramah lingkungan, yaitu pertambangan tertutup.
Ø Pendaurulangan sampah organik
Ø Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan
bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya
pencemaran air.
Ø Penegakan hukum serta pembenahan kebijakan pemerintah
b. Penanggulangan pencemaran
laut :
Ø Melakukan proses bioremediasi, diantaranya melepaskan serangga untu
menetralisir pencemaran laut yang disebabkan oleh tumpahan minyak dari
ledakan ladang minyak.
Ø Fitoremediasi dengan menggunakan tumbuhan yang mampu menyerap logam berat
juga ditempuh. Salah satu tumbuhan yang digunakan tersebut adalah pohon api-api
(Avicennia marina). Pohon Api-api memiliki kemampuan akumulasi logam berat yang
tinggi.
Ø Melakukan pembersihan laut secara berkala dengan melibatkan peran serta
masyarakat
Usaha yang dapat dilakukan
untuk menanggulangi dan mengurangi tingkat pencemaran laut diantaranya adalah :
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya laut bagi
kehidupan.
2. Menggalakkan kampanye untuk senantiasa menjaga dan melestarikan laut
beserta isinya.
3. Tidak membuang sampah
ke sungai yang bermuara ke laut.
4. Tidak menggunakan
bahan-bahan berbahaya seperti bom, racun, pukat harimau, dan lain-lain yang
mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.
5.Tidak menjadikan laut
sebagai tempat pembuangan limbah produksi pabrik yang akan mencemari laut.
Konvensi Internasional yang menangani regulasi mengenai Pencemaran laut
berdasarkan catatan Rusmana (2012) adalah
United Nation Covention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS)
Konvensi Hukum Laut 1982 adalah merupakan puncak karya dari PBB tentang
hukum laut, yang disetujui di montego Bay, Jamaica tanggal 10 Desember
1982. Konvensi Hukum Laut 1982 secara lengkap mengatur perlindungan
dan pelestarian lingkungan laut (protection and preservation of the marine
environment) yang terdapat dalam Pasal 192-237.
Pasal 192 berbunyi : yang menegaskan bahwa setiap Negara mempunyai
kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut. Pasal 193
menggariskan prinsip penting dalam pemanfaatan sumber daya di lingkungan laut,
yaitu prinsip yang berbunyi : bahwa setiap Negara mempunyai hak berdaulat untuk
mengeksploitasi sumber daya alamnya sesuai dengan kebijakan lingkungan mereka
dan sesuai dengan kewajibannya untuk melindungi dan melestarikan lingkungan
laut.
Konvensi Hukum Laut 1982 meminta setiap Negara untuk melakukan upaya-upaya
guna mencegah (prevent), mengurangi (reduce), dan mengendalikan (control)
pencemaran lingkungan laut dari setiap sumber pencemaran, seperti pencemaran
dari pembuangan limbah berbahaya dan beracun yang berasal dari sumber daratan (land-based
sources), dumping, dari kapal, dari instalasi eksplorasi dan eksploitasi.
Dalam berbagai upaya pencegahan, pengurangan, dan pengendalian pencemaran
lingkungan tersebut setiap Negara harus melakukan kerja sama baik kerja sama
regional maupun global sebagaimana yang diatur oleh Pasal 197-201 Konvensi
Hukum Laut 1982.
BAB III
Penutup
A.Kesimpulan
a) Pencemaran laut
didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri,
pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing)
ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.
b) Penyebabpencemaranlautyaitu :
Ø Pencemaran oleh minyak
Ø Pencemaran oleh logam berat
Ø Pencemaran oleh sampah
Ø Pencemaran oleh pestisida
Ø Pencemaran akibat peningkatan keasaman
c) Contoh kasus pencemaran akibat logam berat di Indonesiayaitu di Teluk Buyat, terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, adalah lokasi
pembuangan limbah tailing (lumpur sisa penghancuran batu tambang) milik PT.
Newmont Minahasa Raya (NMR).
d) Upaya pencegahan maupun penanggulangan pemcemaran laut telah diatur oleh
pemerintah dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1999
TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN/ATAU PERUSAKAN LAUT
B.Saran
Saran kami untuk tidak
membuang sampah dimanapun anda berada karena,sampah yang anda buang
Sangat
berpengaruh banyak sedikitnya untuk lingkungan. Bayangkan jika air di seluruh
dunia telah tercemar zat asam,mungkin air bersih lebih berharga dari pada uang
maka dari itu kita harus menjaga bersama lngkungan di sekitar kita agar tidak
bertambah lagi polusi.
DAFTAR PUSTAKA
. Bahan-bahanPencemaran Laut. http://majalah-hilalahmarsolo.blogspot.com/2013/03/sehat-lingkungan-bahan-bahan-pencemar.html.
Sumber-sumberpencemaran di laut.http://massal2003.wordpress.com/2011/10/22/sumber-sumber-pencemaran-laut-sources-of-marine-pollution/.
DampakPencemaran Laut.http://agusnurul.blogspot.com/2011/02/marine-pollution-pencemaran-laut-tugas.html.
Status PencemaranLaut
di Indonesia danTeknikPemantauannya. LembagaIlmuPengetahuan Indonesia,Jakarta
Sumber-sumberpencemaran di laut.http://vivienanjadi.blogspot.com/2012/02/pencemaran-pesisir-dan-laut.html.